TNI AL-Puspenerbal. Forkompinda Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk membahas penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Tanjungpinang. Komandan Wing Udara 1 Letkol Laut (P) Dani Widjanarka, M.Tr.Opsla., menghadiri yang diwakili Wadanron 600 Wing Udara 1 Mayor Laut (P) Musmuliadi. Selain itu, Rakor ini juga dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Kepala BPBD Kota, dan perwakilan dari TNI-Polri.
Dalam rakor tersebut, dipimpin langsung oleh Sekda Kota Tanjungpinang yang menyampaikan bahwa Kota Tanjungpinang saat ini tengah menghadapi kondisi kemarau panjang yang berdampak pada krisis air bersih dan hampir seluruh 18 Desa/Kelurahan di Kota Tanjungpinang terdampak. Sejumlah sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat mengalami penurunan debit, bahkan sebagian telah mengering.
Dalam rakor tersebut, juga dibahas tentang perlunya penetapan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan mobilisasi sumber daya. Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa status siaga darurat lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut, menekankan pentingnya koordinasi dan kesepakatan bersama untuk bergerak cepat dan terkoordinasi dalam penanganan bencana. "Kami berharap dengan rakor ini, kita dapat menyusun rencana aksi yang efektif untuk menghadapi krisis kekeringan dan Karhutla di Kota Tanjungpinang," ujarnya.

0 Komentar